Thursday, July 26, 2018

Kerajinan Batik, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Barat, Bali, Sumatera, dan Kalimantan

Jenis Karya Seni Rupa Terapan Dari Daerah-Daerah Nusantara


Setiap hasil karya seni rupa terapan dari masing-masing daerah berbeda satu sama lainnya. Dari sekian banyak hasil karya seni rupa terapan bisa di bedakan dari ciri khas tertentu. macam-:macam benda hasil karya seni rupa terapan dari berbagai daerah, bisa di lihat sebagai berikut :

1. Kerajinan Batik

Sejarah batik di Nusantara tidak terlepas dari sejarah perkembangan Kerajaan Majapahit dan kerajaan yang ada sesudahnya. Kain batik dibuat dengan cara melukis dengan menggunakan canting serta kuas di atas kain dengan memakai bahan lilin yang dipanaskan. Hasil Proses membatik tersebut di namakan batik tulis. Daerah-daerah penghasil batik di Nusantara, 

a. Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang menghasilkan kain batik terbesar di Nusantara. Batik Jawa Tengah memiliki corak yang khas dan sarat dengan makna (filosofi). Daerah penghasil batik di Jawa Tengah yang paling terkenal di sebut orang adalah Pekalongan, Solo, dan Semarang. Adapun Pusat penghasil kain batik terkenal lainnya adalah Yogyakarta.
  • Batik Yogyakarta dan Solo (Surakarta).. Sejarah Batik Yogyakarta merupakan pengembangan dari batik Solo. Yang mana hubungan antara kedua daerah tersebut sangat erat sekali. Batik Yogyakarta dan Batik Solo penuh dengan filosofi dan lebih dominan berwarna coklat dan biru tua. Begitu terkenalnya batik ini sehingga ada sekitar 4000 motif batik yang berasal dari Yogyakarta. Diantara motif batik dari yogyakarta yaitu motif parang, babon angrem, dan wahyu tumurun. dan Motif batik Solo yang bermotif sidomukti, sidoluruh, dan lereng. 
  • Batik Pekalongan dan Semarang. Batik  Pakalongan ini mempunyai corak dengan ciri pesisir dan corak ragam hias alami. Adapun corak dari Batik Pekalongan ini lebih banyak dipengaruhi oleh budaya Cina yang memiliki banyak corak warna yang lebih dominan dengan warna-warna cerah, hijau, kuning, merah dan merah muda dan juga di dominiasi motif bunga, lain lagi dengan batik semarang yang banyak di dominasi warna cokelat, kuning, hijau, dan hitam yang bermotif alam, seperti daun-daunan, bunga dan burung.


b. Jawa Timur

Adapun daerah-daerah penghasil batik yang berasal dari Jawa Timur diantaranya Madura, Tulungagung, Pacitan, Ponorogo, Mojokerto, Tuban dan masih banyak lagi yang lainnya.

Batik Madura memiliki corak yang mengandalkan motif bunga-bunga yang unik dengan pola daun-daunan, dan juga terdapat beberapa motif bat tertua, seperti ramok, sebar jagab, rumput laut, okel, dan panji lintrik. Kebanyakan mengambil warna dari bahan-bahan alam dengan warna yang mencolok.

Batik Tulungagung yang berwarna sogan (cokelat) serta biru tua dengan motif Lung (tumbuhan) dan bunga. Untuk batik Tuban, yang cukup dikenal adalah batik gedog yang memiliki ciri khas golongan batik pesisir. Adapun motif ini lebih dominan dengan motif burung dan bunga. sedangkan batik Banyuwangi lebih dikenal dengan motif batik gajah uling, dengan dasar kain berwarna putih.

c. Jawa Barat

Adapun daerah-daerah tempat penghasil batik dari Jawa Barat di antaranya adalah Cirebon dan Tasik Malaya. Batik Cirebon memiliki Corak motif mega, mendung yang memiliki kaya warna seperti cokelat, ungu, biru, hijau, merah, dan hitam. Batik Tasik Malaya yang terkenal adalah dengan batik sarian yang merupakan kumpulan dari berbagai macam motif gabungan dari motif kumeli, rereng, burung, kupu-kupu serta bunga. Adapun Batik tulis yang yang menjadi khas dari Tasik Malaya ini kebanyakan menggunakan warna dasar merah, kuning, ungu, biru, hijau dan sogan dan motifnya lebih banyak memakai motif alam (natural).

d.  Bali

Di Bali diantara daerah yang menghasilkan batik yaitu Gianyar dan Denpasar, yang mana corak dari Batik bali ini mempunyai banyak kesamaan dengan gaya batik yang ada di Jawa. Namun batik Bali kebanyakan menggunakan warna-warna yang lebih cerah.

e. Sumatera

Menyeberang ke daerah Sumatera, yang menjadi pusat daerah pengembang batik diantaranya adalah Padang (Sumatera Barat) dan Jambi. Padang terkenal dengan batik tanah liek. Adapun bahan pewarna batik Sumatera umumnya berasal dari bahan-bahan alami, termasuk diantaranya akar-akaran yang dicampur dengan tanah liat sehingga mempunyai ciri khas tersendiri.

f. Kalimantan

Salah satu penghasil batik yang terkenal dari Kalimantan adalah Banjarmasin (Kalimantan Timur). Kain batik yang digunakan adalah dengan jenis santung, katun, sutra, yuyur, dan satin. Batik dari daerah Banjarmasin ini memiliki motif yang bervariasi dan banyak mengambil objek dari alam. Motif-motif batik Banjarmasin di antaranya berbentuk irisan daun pudak, daun bayam, dan jamur kecil.
Readmore → Kerajinan Batik, Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Barat, Bali, Sumatera, dan Kalimantan

Saturday, February 4, 2017

Pengertian, Fungsi, Bentuk Seni Rupa

Mengenal Dan Memahami Seni Rupa

" Pengertian Seni dan Seni Rupa "

Barang-barang ATAU Benda-Benda Dari Kebutuhan Hidup Manusia TIDAK can terlepas Dari Yang Namanya rupa seni . Coba Anda perhatikan Benda-Benda Yang ADA di sekeliling, Mulai dari pakaian, perabotan rumah tangga, alat transportasi, Benda-benda hiasan, alat-alat rumah tangga, serta Yang JENIS Yang Beragam tersebut tergolong hati Hasil temuan karya seni rupa. Semua Benda tersebut Dibuat untuk review Keperluan Manusia Yang berdasarkan Perbedaan kegunaannya masing-masing. 

Seni dan Seni Rupa

Apa art and seni rupa ITU?
Serta Bagaimana fungsi Dan Bentuk rupa seni?
Apa Saja Yang termasuk Beroperasi karya seni rupa terapan?
Apa Saja Benda seni rupa terapan Yang merupakan hasil temuan temuan temuan temuan temuan temuan Dari masing-masing daerah ?
Bagaimana pula DENGAN teknik karya seni rupa terapan daerah setempat? 

PADA Bagian Penyanyi, Andari dapat mempelajari Dan memahaminya . 
Manusia TIDAK bisa lepas Dari seni, KARENA seni Adalah Bagian Dari hidupnya Kebudayaan Yang mengandung Nilai-Nilai Keindahan. SETIAP Sedangkan insan Manusia menyukai Yang Namanya Keindahan. Mencari Google Artikel adanya seni orangutan dapat memperoleh kenikmatan Beroperasi batiniah. Siapapun TIDAK ADA Yang dapat memastikan Kapan mulainya Seni dikenal Manusia. Mencari Google Artikel banyaknya di temukan bekas peninggalan Manusia Dari masa Silam menunjukkan bahwa seni Tumbuh Dan Berkembang seiring DENGAN Perkembangan Pola Pikir Manusia. Pengertian Seni Menurut Ensiklopedia Indonesia Adalah Sesuatu Ciptaan Manusia Baik nada Suara ATAU Benda Yang bisa Dilihat DENGAN panca indra, sehingga membuahkan Suatu Keindahan Bentuk Sampai-sampai orangutan Yang Melihat hal Dan mendengarnya merasa Senang (PUAS). kadang-kadang TIDAK SEMUA Keindahan (estetika) ITU mempunyai Nilai seni (artistik), KARENA PADA kenyataannya TIDAK SEMUA Yang Indah tersebut bernilai seni. Banyak Keindahan-Keindahan Yang TIDAK tergolong hati karya seni . Keindahan seni Adalah merupakan Keindahan Yang dihasilkan Dari Pikiran ATAU Manusia sehinggan dapat Dilihat DENGAN mata maupun Yang bisa di dengar Oleh Telinga. Keindahan di Luar Ciptaan Manusia TIDAK termasuk Keindahan Yang bernilai seni, contohnya Keindahan Pantai di Bali, Keindahan Pantai Ancol, Keindahan Danau Maninjau di Sumatera Barat, Keindahan Gunung Bromo, Serta Keindahan Dan kencantikan Seekor burung merak, Keindahan Penyanyi Adalah murni Ciptaan Tuhan Semesta Alam.

Jadi, seni merupakan Ciptaan karya Manusia Yang mempunyai Nilai-Nilai Keindahan. Adapun macam-macam JENIS seni , diantaranya seni tari, seni musik, panggung seni, seni teater, dan Seni rupa. Seni rupa Adalah Hasil Karya Ciptaan Manusia, baik Berupa Bentuk doa dimensi maupun hati Bentuk Tiga Dimensi Yang mengandung ATAU memiliki Nilai Keindahan Yang hati diwujudkan Bentuk rupa (bisa Dilihat). Seni rupa ditinjau Dari Segi fungsinya dibagi Menjadi doa kelompokan sebagai berikut .
  1. Seni rupa murni (fine art), Yaitu hasil temuan temuan temuan temuan temuan temuan karya seni Yang Hanya dapat dinikmati Nilai keindahannya Saja. Karya seni Penyanyi tujuannya hanya untuk memenuhi Kebutuhan batiniah Saja. Seni rupa murni Banyak ditemukan PADA Cabang Seni Grafis , lukis seni, pahat seni dan Seni Patung. 
  2. Seni rupa terapan (seni terapan), Adalah seni rupa Yang memiliki Nilai-Nilai kegunaan ATAU dapat dimanfaatkan (Fungsional) Sekaligus memiliki Nilai seni. Adapun karya seni Penyanyi tujuannya Adalah untuk review memenuhi Kebutuhan Yang instan ATAU ulasan untuk review memenuhi Kebutuhan Sehari-hari Beroperasi materi, seperti, furnitur perabotan, meja Negara Negara Negara Negara Negara Negara, Tekstil, kursi, keramik.

Berdasarkan wujud fisiknya, karya seni rupa terapan can be dikelompokan Menjadi dua, Yaitu:

  1. Karya seni rupa terapan doa dimensi (dwimatra), Yaitu hasil temuan temuan temuan temuan temuan karya seni rupa Yang mempunyai ukuran Panjang Dan lebarnya Hanya can Dilihat Dari Satu Arakh,. Penyanyi ini mengundang, tenun, Seperti Partisipasi Penyanyi batik, wayang kulit, Dan batik. 
  2. Karya seni rupa terapan Tiga dimensi (trimatra) maksudnya Adalah karya seni rupa Yang can Dilihat Dari Arakh manapun Serta memiliki volume (Ruang). Seperti Partisipasi Penyanyi Penyanyi ini mengundang, rumah Tempat Tinggal keluarga, rumah adat, Senjata tradisional seperti Tombak, Parang, Rencong, Pedang, Patung Dan Sebagainya.  
    Readmore → Pengertian, Fungsi, Bentuk Seni Rupa

    Wednesday, December 28, 2016

    Definisi Konsep Musik, Teknik Vokal, Organ Penggerak Suara

    Konsep Musik dan Teknik Vokal

    Konsep Musik dan Teknik Vokal

    KONSEP MUSIK

    Musik merupakan cabang seni yang sangat akrab bagi kita, bahkan musik sudah dikenal manusia sejak zaman purba, yang menurut peninggalan arkeologis sudah ada sejak zaman Sumeria (5000 SM). Berbeda dengan seni rupa, seni tari, dan seni drama yang kita nikmati secara kasat mata dengan alat indera visual (penglihatan), musik harus dinikmati dengan indera audial, yaitu indera pendengaran, karena yang kita nikmati dari seni musik adalah keindahan bunyi.

    Banyak ahli yang berusaha mendefinisikan pengertian musik karena begitu indah dan menggugah rasa, serta juga biasa digunakan untuk mengiringi upacara-upacara persembahan kepada para dewa, sehingga musik dianggap sebagai "bahasa para dewa". Beberapa ahli yang memiliki pendapat tersendiri mengenai tentang musik, berikut di antaranya:
    a
    David Ewen menyatakan bahwa musik adalah ilmu pengetahuan dan seni tentang kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun instrumental yang meliputi melodi dan harmoni sebagai ekspresi dari segala sesuatu yang ingin diungkapkan, terutama aspek emosional.
    b.
    Schopenhauer, filsuf Jerman abad ke-19, berpendapat bahwa musik adalah melodi yang syairnya adalah alam semesta.
    c.Dello Joio dari Amerika Serikat menyatakan bahwa mengenal musik dapat memperluas pengetahuan dan pandangan, selain juga mengenal banyak hal lain di luar musik. Pengenalan terhadap musik akan menumbuhkan rasa penghargaan akan nilai seni, selain menyadari akan dimensi lain di luar suatu kenyataan yang selama ini tersembunyi.
    d.Suhastjarja, dosen ISI Yogyakarta, berpendapat bahwa musik ialah ungkapan rasa indah manusia dalam bentuk suatu konsep pemikiran yang bulat, dalam wujud nada-nada atau bunyi lainnya yang mengandung ritme dan harmoni, serta mempunyai suatu bentuk dalam ruang waktu yang dikenal oleh diri sendiri dan manusia lain dalam lingkungan hidupnya, sehingga dapat dimengerti dan dinikmati. Oleh karena bentuk musik itu terbentang di ruang yang sifatnya spasial, ia dapat disejajarkan dengan bentuk-bentuk dalam seni sastra. Jika bentuk-bentuk sastra ditulis secara horizontal, bentuk-bentuk musik ditulis secara horizontal dan vertikal. Arah horizontal menunjukkan dimensi waktu yang menunjukkan awal dan akhir, sedangkan arah vertikal menunjukkan dimensi akustik musikal yang berarti harmoni (keselarasan).

    Berdasarkan definisi-definisi dari para ahli di atas, dapat dirumuskan secara singkat bahwa musik adalah seni tentang kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun instrumental yang meliputi melodi dan harmoni sebagai ekspresi dari segala rasa indah manusia yang ingin diungkapkan, terutama aspek emosional. Musik dapat memperluas pengetahuan dan pandangan selain juga mengenalkan banyak hal lain di luar musik. Pengenalan terhadap musik akan menumbuhkan rasa penghargaan akan nilai seni, selain menyadari akan dimensi lain di luar suatu kenyataan yang selama ini tersembunyi.

    TEKNIK VOKAL

    Coba perhatikan, organ tubuh manakah yang paling berperan ketika kamu bernyanyi? Orang awam akan menjawab, mulut. Jawaban itu tentu tidak salah, karena peranan mulut beserta organ bagian-bagiannya, seperti bibir dan lidah, memang sangat vital untuk bernyanyi. Akan tetapi, sebenarnya masih banyak organ tubuh yang berperan untuk bernyanyi. Organ-organ tubuh tersebut untuk menghasilkan teknik bernyanyi yang andal dan dapat menghasilkan nyanyian yang merdu, yaitu sebagai berikut.

    Organ Penggerak
    Organ tubuh ini berfungsi menggerakkan serta mendorong udara sehingga mampu menggerakkan pita suara dan menghasilkan suara. Bagian tubuh yang termasuk organ penggerak adalah sebagai berikut.
    a
    Paru-paru. Dalam kegiatan bernyanyi, paru-paru berfungsi untuk menghirup udara. Udara tersebut, setelah dimanfaatkan untuk mendapatkan 02 bagi tubuh dalam aktivitas pernapasan, sisanya diembuskan keluar melalui tenggorokan dan hidung. Embusan udara inilah yang dimanfaatkan untuk menggetarkan pita suara sehingga menghasilkan suara. Kapasitas (daya tampung) paru-paru dalam menampung udara akan berpengaruh terhadap panjang-pendeknya suaramu. Oleh karena itu, jika kamu menginginkan memiliki kemampuan bernyanyi dengan jangkauan suara yang panjang, kamu harus melatih organ paru-paru agar memiliki kapasitas yang semakin besar. Teknik melatih paru-paru dalam kegiatan bernyanyi disebut sebagai latihan pernapasan.
    b.
    Laring (pangkal tenggorok). Laring merupakan organ tubuh tempat pita suara berada. Dari luar, laring dapat dilihat di dekat jakun. Pita suara inilah yang mula-mula menghasilkan suara. Jika terkena sentuhan udara yang diembuskan oleh paru-paru, pita suara akan bergetar membuka, menutup, merentang, atau mengerut untuk membentuk suara dan menghasilkan nada setelah dikoordinasikan dengan alat-alat artikulasi di rongga mulut dan hidung. Oleh karena itu, laring sangat penting fungsinya untuk melindungi pita suara.
    c.
    Faring (batang tenggorok). Organ ini menghubungkan laring dengan rongga mulut dan rongga hidung. Organ ini sangat rentan dengan gangguan udara. Jika organ tubuh ini terganggu, akan menimbulkan radang dan di dalamnya akan terproduksi banyak lendir yang menimbulkan rasa gatal. Kamu tidak akan dapat bernyanyi dengan maksimal jika organ ini terganggu. Oleh karena itu, kebersihan organ tubuh ini dari lendir akan menghasilkan suara yang merdu. Pernahkah kalian dengar orang melakukan gurah? Gurah adalah salah satu cara membersihkan faring dari lendir yang dapat mengganggu aliran udara ketika bernyanyi. Di ujung atas dari faring terdapat organ tubuh yang disebut tonsil (anak tekak). Di tempat itulah manusia menghasilkan nada-nada tinggi.
    d.Diafragma (sekat rongga dada)Diafragma adalah otot besar yang melintang di antara rongga dada dan rongga perut. Fungsinya mengatur kerja paru-paru secara otomatis. Gerakan diafragma memberi kesempatan rongga dada untuk mengembang dan mengempis. Dalam kaitannya dengan teknik bernyanyi, diafragma sangat bermanfaat untuk memperbesar kapasitas paru-paru.

    Organ Penggetar

    Organ tubuh yang tergolong sebagai alat penggetar dalam menghasilkan suara adalah pita suara. Pita suara berbentuk jaringan tenunan otot yang tipis dan elastis berwarna kekuningan. Jika disentuh udara yang diembuskan paru-paru, pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara. Pita suara milik anak laki-laki lebih panjang daripada milik anak perempuan. Inilah yang menyebabkan suara laki-laki lebih rendah daripada suara perempuan. Baik pada laki-laki maupun perempuan, pada fase tertentu, pita suara akan mengalami perubahan sehingga suara pun akan mengalami perubahan. Biasanya perubahan ini mengikuti usia.

    Posisi pita suara yang berbeda-beda akan menghasilkan suara yang berbeda-beda pula.
    a
    Terbuka lebar. Apabila pita suara terbuka lebar, udara akan keluar dari paru-paru tanpa hambatan. Dalam posisi seperti itu akan dihasilkan suara h.
    b.
    Tertutup rapat. Jika pita suata tertutup rapat, laring juga ikut tertutup. Maka, udara dari paru-paru akan terhambat dan akan menghasilkan suara hamzah (hambat glotal).
    c.
    Bagian atas terbuka sedikit. Jika pita suara bagian atas terbuka sedikit, akan menyebabkan udara dari paru-paru akan menggetarkan pita suara. Dalam posisi seperti itu, akan dihasilkan suara yang jika diolah oleh alat ucap (artikulasi) akan menghasilkan aneka macam suara.
    d.
    Bagian bawah terbuka sedikit. Pada posisi pita suara tersebut, akan dihasilkan suara-suara lemah karena udara yang berembus dari paru-paru akan keluar begitu saja tanpa kekuatan. Suara demikian cocok untuk berbisik dan bernyanyi dengan teknik bersenandung.
    Readmore → Definisi Konsep Musik, Teknik Vokal, Organ Penggerak Suara

    Saturday, October 8, 2016

    Cabang-Cabang Seni Rupa, Seni Patung, Sening Lukis, Seni Grafis, Seni Kriya

    Keindahan dalam seni rupa adalah nilai-nilai estetik yang menyertai sebuah karya seni rupa, baik yang dwimatra maupun yang trimatra. Sedangkan media dalam pembuatan seni rupa sangat bervariasi. Keragaman dalam penggunaan media ini menyebabkan munculnya berbagai jenis karya seni rupa. Pada bab ini, kamu akan mempelajari bentuk dan fungsi karya seni rupa, cabang-cabang seni rupa, dan kegiatan apresiasi terhadap karya seni rupa, khususnya seni terapan yang ada di daerahmu dan di Nusantara.

    Bentuk dan Fungsi Karya Seni RupaBerdasarkan bentuknya, karya seni rupa terbagi atas seni rupa dua dimensi (dwimatra) dan tiga dimensi (trimatra). Ciri seni rupa dua dimensi hanya dapat dinikmati dari satu arah, karena hanya memiliki ukuran panjang dan lebar, misalnya lukisan, kain batik, seni fotografi, dan sebagainya. Sedangkan seni rupa tiga dimensi dapat dilihat atau dinikmati dari berbagai arah, karena memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi, misalnya patimg, meja, kursi, dan sebagainya. Berdasarkan fungsinya, karya seni rupa dapat digolong-kan menjadi dua, yaitu sebagai seni pakai (applied art) dan seni yang berfungsi sebagai hiasan saja (fine art).

    Cabang-Cabang Seni Rupa

    Setiap jenis karya seni rupa memiliki bentuk dan ciri khusus. 
    Menurut cirinya, karya seni rupa dapat dibagi dalam beberapa cabang, yaitu sebagai berikut. 
       Cabang-Cabang Seni Rupa
    1. Seni patung.Seni patung merupakan perwujudan ekspresi dan gagasan ke dalam karya tiga dimensi. Kemajuan seni patung di Indonesia ditandai sejak zaman Hindu-Buddha yang diwujudkan dalam bentuk arca dan relief dari batu. Patimg yang berukuran besar sering diwujudkan sebagai monumen, misalnya patung Garuda Wisnu Kencana di Bali, patung Selamat Datang di Jakarta, dan patung-patung bertema perjuangan yang tersebar di wilayah tanah air. Seni patung dalam ukuran kecil umumnya terdapat pada benda-benda kerajinan yang kebanyakan berbahan kayu, batu marmer, dan fiber. 
    2. Seni lukis. Seni lukis berwujud dua dimensi. Seni lukis biasanya dibuat di atas media kain kanvas, kertas, dan kaca. Peralatan yang digunakan untuk menggambar atau melukis dapat berupa cat minyak (acrylic), cat air, cat poster, dan sebagainya. Gaya penggambaran dalam melukis juga sangat beragam, yang dinamakan aliran. Aliran atau corak dalam seni lukis ini merupakan ciri khas dan keunikan yang terdapat pada karya-karya tersebut. Ada aliran realis, naturalis, ekspresionis, impresionis, abstrak, surealis, maupun romantis. Sejarah seni lukis di Indonesia dipenuhi para pelukis handal seperti Raden Saleh (perintis seni lukis Indonesia, yang hidup pada zaman perang Diponegoro), S. Sudjojono, Henk Ngantung, Affandi, Basoeki Abdullah, Pimgadi, dan masih banyak lagi.
       Seni Lukis yang Mengisahkan Pahlawan Diponegoro
       
    3. Seni grafis.  Seni grafis adalah seni membuat gambar dengan alat cetak (klise). Misalnya, sablon (cetak saring), cukil kayu (cetakan), etsa (pengasahan pada bahan metal), dan percetakan dengan bahan batu litho. 
    4. Seni kriya Seni kriya berwujud dua atau tiga dimensi. Seni kriya sering disebut sebagai seni kerajinan, yaitu seni yang dibuat untuk menyajikan kebutuhan hidup sehari-hari. Tumbuh suburnya seni kriya di tanah air erat kaitannya dengan nilai komersial. Setiap pengrajin akan membuat beberapa benda pada setiap jenis seni kriya yang dibuatnya. Termasuk dalam golongan seni kriya, antara lain seni pahat, seni anyam, keramik, batik, dan tenun. 
    5. Seni desain Desain dalam pengertian yang sebenarnya adalah suatu gambar rancangan. Namun pengertian seni desain di sini penekanannya ialah pada produk yang dihasilkan. Sejalan dengan perkembangan industrialisasi, seni desain telah dianggap sebagai cabang seni tersendiri dalam seni rupa, karena proses, teknik, dan bentuknya yang juga memiliki kekhasan tersendiri sesuai dengan perkembangan teknologi modem. Seni desain terbagi dalam beberapa cabang, namun ada dua kelompok seni desain yang sudah populer, yaitu sebagai berikut.
    • Desain Komunikasi Visual (Graphic Design/Sequential Art) Perwujudan dari desain komunikasi visual mengarah ke desain grafis, seperti poster iklan, brosur, sampul buku atau majalah, kemasan, logo, undangan, dan lain-lain. 
    • Desain Produk (Product Design) Desain produk berwujud peralatan dan benda kebutuhan sehari-hari. Misalnya, perlengkapan rumah tangga, alat transportasi, pakaian, perumahan, peralatan elektronik, dan sebagainya.

    Kegiatan Apresiasi Karya Seni Rupa

    Apresiasi memiliki arti penting, baik bagi pencipta karya seni maupun bagi pengguna karya seni. Apresiasi merupakan sarana penghubung di antara keduanya. Pencipta karya seni dalam hal ini adalah seniman, desainer, atau pengrajin yang telah memvisualisasikan ide-ide kreatifnya. Sedangkan pengguna karya seni adalah penikmat atau masyarakat. Arti kata apresiasi sendiri adalah suatu penghargaan (iappreciate). Dengan demikian, jika masyarakat memiliki apresiasi yang tinggi terhadap suatu karya seni maka hal itu ibarat lahan yang subur untuk tumbuh dan berkembangnya karya-karya kreatif berikutnya. 

    Bentuk apresiasi Kegiatan apresiasi terhadap karya seni rupa dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung atau tidak langsung. 
    • Apresiasi secara langsung Proses apresiasi secara langsung dilakukan apabila pengamat berhadapan langsung dengan wujud karya seni yang diapresiasi. Dalam hal ini, pengamat dapat menilai dengan jelas bentuk, warna, tekstur, dan unsur- unsur lainnya. Pengamatan langsung dapat dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat pusat kerajinan, ke museum, galeri, dan lain-lain. 
    • Apresiasi secara tidak langsung Proses apresiasi secara tidak langsung dilakukan melalui bantuan media tertentu. Misalnya, dari buku, foto reproduksi, media cetak, media elektronik, dan lain-lain. Apresiasi secara tidak langsung ini memang dapat dilakukan di sembarang tempat. Namun pengamatan terhadap objek karya tidak didapatkan dengan peng-hayatan secara mendalam. 
    Tahapan dalam proses apresiasi
    Untuk melakukan kegiatan apresiasi, setidaknya perlu diketahui bentuk dan tahapan dalam proses apresiasi, yaitu sebagai berikut. 
    • Pengamatan terhadap objek karya Kegiatan apresiasi diawali dengan pengamatan terhadap objek karya. Dalam hal ini, pengamat berhadapan dengan karya yang diapresiasi, misalnya patung, karya batik, wayang, karya kerajinan, dan sebagainya. 
    • Pemahaman atau penghayatan terhadap karya seni Tahap kedua adalah upaya memahami atau meng¬hayati karya seni tersebut. Melalui pemahaman atau penghayatan tersebut, pengamat telah melakukan usaha untuk mengetahui lebih jauh tentang unsur-unsur rupa serta keunikan lainnya yang terdapat pada objek karya. 
    • Penilaian dan penghargaan (apresiasi) Pada tahap ini, dilakukan pengambilan keputusan tentang seberapa bernilai atau berharganya suatu karya. Penilaian tersebut tentunya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang objektif.
    Copy Link Artikel ini http://tinyurl.com/senipatung
      Readmore → Cabang-Cabang Seni Rupa, Seni Patung, Sening Lukis, Seni Grafis, Seni Kriya

      Friday, October 7, 2016

      Berekspresi Melalui Karya Seni Rupa

      Berekspresi Melalui Karya Seni Rupa


      Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan karya tekstil, salah satunya adalah karya seni tradisional tenun ikat dan songket. Semenjak zaman batu prasejarah nenek moyang kita sudah mengenal teknik dalam berkarya seni terutama teknik grafisnya. Melihat hasil karya dari nenek moyang kita yang sudah dari dulu berkreatif, bagaimana dengan kita yang sekarang ini sudah memiliki perangkat yang lebih lengkap dan canggih. Tentu anda punya kesempatan yang banyak untuk berkarya lebih kreatif. Dengan adanya hasil karya Anda, maka dapat mengemasnya dengan sedemikian rupa sehingga bisa dipamerkan dalam kegiatan pameran sekolah ataupun pameran yang diselenggarakan oleh para pencinta seni. Untuk itu Anda bisa belajar tentang tenun dan grafis sekaligus cara membuatnya, serta tata cara melakukan kegiatan pameran di kelas atau sekolah.

      Kain Tenun Nusantara

      Semenjak zaman kebudayaan Dongson prasejarah karya tenun sudah terbentuk. Dengan proses waktu yang panjang karya tenun berikut dengan segala macam teknik serta corak hiasannya sudah mengalami perkembangan sehingga terciptalah sebuah karya tekstil yang bernilai seni yang tinggi sehingga dapat menjadi sumber ekonomi bagi para pembuatnya.

      Jenis-jenis kain tenun

      Dalam hal kain tenu terdapat dua jenis,  yaitu tenun ikat dan tenun songket. Yang membedakannya adalah bahan yang digunakan dan teknik pembuatannya.
       Kain Tenun ulap doyo dan Kain Songket Sutra
      1. Tenun ikat. Adalah kain tenun yang proses pembentukan ragam hiasnya dibuat dengan cara mengikat bagian-bagian benangnya. Sejarah pembuatan tenun Nusantara diawali dengan adanya tenun ikat lungsi yang sudah ada sejak zaman prasejarah. Tenun ikat lungsi adalah tenun yang teknik pembentukan ragam hiasnya dibuat dengan cara mengikat benang lungsinya, yaitu benang yang vertikal. Persebaran tenun ikat lungsi, antara lain di Toraja, Sulawesi Selatan, Minahasa (Sulawesi Utara), Batak (Sumatra Utara), Sumba (NTT), Flores, dan di pedalaman Kalimantan. Pada perkembangan selanjutnya, dikenal pula pembuatan tenun dengan teknik ikat pakan (jalur horizontal). Bahan-bahan yang digunakan dalam tenun ikat adalah benang kapas, dapat juga menggunakan benang sutra alam, seperti pada tenun ikat Nusapenida (Bali) dan Padang. Tenun ikat ini oleh sebagian masyarakat lebih dikenal dengan sebutan kain ulos.
      2. Tenun songket. Tenun songket atau populer dengan sebutan kain songket adalah jenis kain tenun yang penciptaannya dimulai setelah adanya tenun ikat. Teknik pembuatan tenun songket sebenarnya sudah ada sejak zaman prasejarah dengan adanya teknik pakan tambahan dan lungsi tambahan. Namun kain songket yang menggunakan benang emas, benang perak, atau benang sutra mulai diterapkan semenjak adanya hubungan perdagangan kerajaan di Sumatera dengan orang-orang asing terutama dari Cina. Benang sutra yang didapatkan dari luar diterapkan dalam kain tenun yang kemudian dikenal dengan sebutan kain songket. Kain songket adalah kain tenun yang dibuat melalui suatu teknik memberikan benang tambahan berupa benang emas, benang perak, atau benang sutra dengan cara dicukit atau disongket. Pembentukan corak pada tenunan sangat dipengaruhi oleh bahan-bahan yang digunakan, yang membentuk desain itu sendiri. Ada desain benang sutra yang ditempatkan di atas dasar benang kapas. Ada desain yang terbentuk dari jenis benang yang sama, misalnya dari sesama benang kapas atau sesama benang sutra, atau dari jenis benang lainnya. Daerah-daerah tertentu di Indonesia yang menjadi awal pembuatan songket, antara lain Palembang (Sumsel), Donggala (Sulteng), Bugis (Sulsel), dan Bali.
      Readmore → Berekspresi Melalui Karya Seni Rupa

      Macam-macam Pengertian Kriya Seni Menurut Ahli

      Macam-macam Pengertian Karya Seni Menurut Ahli 





      Download Artikel Format Pdf
       Seni Karya
      Readmore → Macam-macam Pengertian Kriya Seni Menurut Ahli

      Menerapkan Ragam Hias Pada Bahan Tekstil

      PENGERTIAN BAHAN TEKSTIL



       Pengertian Bahan TekstilIstilah tekstil memiliki cakupan cukup luas karena jenisnya yang sangat beragam. Kain pada umumnya dibuat dari serat yang dipintal sehingga menghasilkan benang panjang untuk ditenun atau dirajut. Jenis proses pembuatan kain antara lain dengan cara ditenun, diikat, dan dipres.

      Perkembangan teknologi pembuatan kain juga diikuti perkembangan jenis bahan baku yang dapat dikerjakan. Satuan yang terkecil dari bahan adalah serat. Serat (fiber) adalah sel atau jaringan serupa benang atau pita panjang yang berasal dari hewan atau tumbuhan (ulat, batang pisang, daun nanas, kulit kayu, dan sebagainya) yang digunakan untuk membuat kertas, tekstil, dan sikat. Serat yang mudah kita jumpai adalah serat pada kain. Sesuai dengan asal serat, serat tekstil dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu serat alami dan serat sintetis (serat buatan manusia).

      a.Serat Alami Serat alami adalah serat yang diperoleh dari tumbuhan atau hewan dengan proses geologis. Contohnya, serat sebagai bahan pembuat kertas dan tekstil yang berasal dari laba-laba (sutra) atau bulu domba (wol).
      b.Serat sintetis atau buatan. Serat buatan adalah serat yang berasal dari buatan manusia yang umumnya berasal dari bahan petrokimia. Serat buatan ini merupakan polimer-polimer buatan yang disusun dengan cara kopolimerasi senyawa-senyawa kimia yang relatif sederhana, yang menghasilkan serat (fiber), seperti nilon, perlon, dakron, teriline, trivera, terlenka, tetoron, prinsip, bellini, laceri, larici, orion, cashmilon, silk, dan caterina.

      KLASIFIKASI RANCANGAN TEKSTIL



      Rancangan tekstil memiliki jenis yang sangat beragam. Oleh karena itu, kalian perlu memahami terlebih dahulu cakupan berbagai jenis kain yang dibuat dengan cara ditenun, diikat, dipres, dan berbagai cara lain yang banyak dilakukan dalam pembuatan kain. Kain pada umumnya dibuat dari benang atau serat yang ditenun atau dirajut dengan tujuan menghasilkan barang yang biasanya memiliki bentuk memanjang. Kualitas pada kain sangat ditentukan oleh jumlah serat, jenis atau tektur serat, variasi dalam tenunan, dan rajutan. Proses perancangan karya tekstil dapat dijelaskan sebagai berikut.
      a.Perancangan berdasarkan struktur dilaksanakan pada waktu pembuatan kain, contohnya anyaman tenun, jeratan, atau jalinan renda.
      b.Perancangan berdasarkan permukaan dilaksanakan setelah pembuatan kain selesai, contohnya adalah batik, printing, sulaman, bordir, atau songket.
      c.

      Perancangan penerapan hasil tekstil yang dilaksanakan setelah kain telah berupa pakaian, contohnya pada tekstil kebutuhan rumah tangga.

      ORNAMEN

      Pengertian ornamen adalah hiasan dalam arsitektur atau kerajinan tangan, yang pada penjelasan untuk bab ini adalah menghias kain yang bertujuan untuk memberi nilai tambah pada kain agar lebih bagus dan menarik. Selain itu, ornamen juga memiliki nilai-nilai simbolik atau maksud-maksud tertentu yang ada hubungannya dengan pandangan (falsafah) hidup dari masyarakat pembuatnya sehingga benda-benda yang dihias dapat memiliki arti dan makna yang mendalam.


       Ornamen Tekstil

      aMenggambar Ornamen Primitif. Ornamen primitif merupakan karya seni yang diciptakan pada zaman purba atau primitif. Ornamen ini memiliki ciri sederhana, tegas, dan kaku yang merupakan ekspresi manusia pada saat itu. Ornamen primitif yang berkembang sejak zaman prasejarah merupakan pencerminan tingkat kehidupan manusia pada zamannya.
      b.






      Menggambar Ornamen Tradisional dan Klasik. Ornamen tradisional dan klasik merupakan seni hias yang dalam pengungkapannya menurut norma atau aturan-aturan masyarakat. Seni hias ini diwariskan secara turun temurun sehingga nilai-nilai masyarakat selalu dijunjung tinggi, baik dalam teknik maupun proses pembuatannya. Perkembangan ornamen tradisional mendapat pengaruh dari perkembangan pola hidup masyarakatnya sehingga keragaman ini memiliki ciri khas pada masing-masing daerah. Beberapa ciri khas ornamen tradisional, antara lain:

      a.keseragaman dari masing-masing corak (homogen);

      b.kemiripan antara daerah yang satu dengan daerah lainya;

      c.

      karya kolektif (dari beberapa motif membentuk satu kesatuan yang utuh sebagai motif daerah tertentu);

      d.sederhana. 
      Ciri khas tersebut bisa diterapkan pada bidang dua maupun tiga dimensi yang memiliki fungsi sebagai elemen dekorasi. Beberapa jenis ornamen tradisional dengan bentuk geometris yang sampai sekarang masih dipakai untuk motif kain adalah truntum, parang, dan kawung.

      Menggambar Ornamen Modern

      Ornamen modern berkembang dari pembaharuan pola-pola yang sudah ada sebelumnya atau seni yang penggarapannya didasarkan pada cita rasa baru, kreatif, dan merupakan sebuah penemuan baru. Ornamen modern merupakan seni yang bersifat kreatif, tidak terbatas pada objek-objek tertentu, waktu, dan tempat melainkan ditentukan oleh cita rasa dan pengalaman batin penciptannya. Ciri-ciri ornamen modern adalah:
      arasional (masuk akal);
      b.kompetitif (selalu mencipta dan bersaing dalam proses kreatif);
      c.ekologis berkesinambungan (terjadi perubahan dalam proses);
      d.rumit;
      e.progresif (bebas tidak terkait dengan aturan-aturan tertentu);
      f.individual (sangat personal menurut penciptanya).

      JENIS DAN BAHAN PEWARNA

      Pewarna tekstil terdiri atas dua jenis, antara lain pewarna alami dan pewarna buatan. Proses pewarnaan ini dapat dilakukan dengan pengecapan atau printing, dan ada juga pewarnaan tekstil yang dilakukan dengan cara celupan, coletan, atau kuasan.

      Semua pewarna tekstil dapat digunakan untuk pengecapan, hanya saja perekatan di dalam serat berbeda-beda. Pewarna tekstil yang mudah didapatkan adalah pewarna yang bahan dasarnya berasal dari pigmen. Perajin atau industri yang banyak menggunakan pewarna ini adalah tekstil printing atau sablon.

      Sebelum pewarna sintetis masuk ke Indonesia, pewarna tekstil menggunakan bahan dari tumbuh-tumbuhan, di antaranya adalah kulit pohon tingi, kulit pohon jambal, dan kulit pohon tegeran. Bahan-bahan tersebut kemudian akan menghasilkan warna sebagai berikut:
      No.
      Warna
      Keterangan
      1.
      HitamDihasilkan dari indigo yang ditumpangi soga atau tingi
      2.
      Biru tuaDihasilkan dari daun nila
      3.
      Cokelat atau sogaDihasilkan kulit pohon jambal, kulit pohon tegeran, kulit pohon tingi
      4.
      UnguDihasilkan dari indigo ditumpangi soga
      5.
      KuningDihasilkan campuran kunyit, cuka, pohon tegeran, tawas, dan jeruk
      6.
      HijauDihasilkan biru indigo ditumpangi kunyit
      7.
      Merah tuaDihasilkan dari pohon mengkudu
      Namun, karena warna alami memiliki keterbatasan jumlah, maka dimulailah pembuatan warna sintetis yang memiliki ragam warna lebih banyak. Pewarna sintetis merupakan zat yang berasal dari zat kimia. Proses pembuatan warna sintetis biasanya melalui penambahan asam sulfat atau asam nitrat yang sering kali terkontaminasi oleh arsen atau logam berat lain yang bersifat racun sehingga berbahaya jika masuk ke dalam tubuh. Berikut adalah beberapa macam warna sintetis:

      Naptol

      Pewarna ini kebanyakan digunakan untuk pewarna kain batik karena memiliki daya serap yang baik pada kain katun. Jenis pewarna ini baik untuk pencelupan dalam kondisi dingin. Komponen zat pewarna naptol terdiri atas dua jenis, yaitu naptol dan garam atau diazonium.
      No.
      Naptol
      Diazonium (Garam)
      1.
      Naptol ASBiru B
      2.
      Naptol ASDBiru BB
      3.
      Naptol ASGHitam B
      4.
      Naptol ASDLViolet B
      5.
      Naptol ASBOMerah GG
      6.
      Naptol ASGRMerah R
      7.
      Naptol ASLB biasaMerah 3GL
      8.
      Naptol ASLB ekstraMerah 3 GL spesial
      9.

      Jingga GG
      10.

      Jingga GL
      11.

      Kuning GG
      12.

      Biru Hijau B
      Keterangan: sebagai pembangkitnya adalah soda costik atau TRO (turkish red oil) yang memudahkan naptol larut dalam air.

      Indigosol

      Perwarna ini adalah pewarna tekstil yang jenis warnanya sangat bervariasi, larut dalam air, dan memiliki ketahanan warna yang baik. Pemakaian indigosol untuk pewarna tekstil bisa dilakukan dengan coletan atau celupan.
      No.
      Jenis
      Keterangan 
      1.
      Indigosol cokelat IRRG
      2.
      Indigosol kuning FGK
      3.
      Indigosol kuning IGK
      4.
      Indigosol hijau IB
      5.
      Indigosol hijau 13G
      6.
      Indigosol violet BF
      7.
      Indigosol jingga HRsa
      8.
      Indigosol merah AB
      9.
      Indigosol abu-abu IBL
      10.
      Indigosol biru 048
      11.
      Indigosol biru 068




      Procion

      Pewarna ini tergolong pewarna reaktif. Untuk melarutkannya, procion ditambah dengan air dingin, soda abu, garam dapur, malesil, dan lisapol. Jenis procion, antara lain sebagai berikut.
      No.
      Jenis
      Keterangan
      1.
      Procion merah MX2B, MX5B, MX8B
      2.
      Procion biru MX2G dan MXG
      3.
      Procion jingga MX 2R
      4.
      Procion cokelat MXBR
      5.
      Procion MX 6 G P dan MX4R

      Rapid
      Rapid dalam proses pembatikan jarang digunakan, khususnya untuk celupan karena sulit untuk merata. Rapid kebanyakan digunakan untuk coletan pada gambar atau bidang yang tidak terlalu luas. Ketahanan rapid kurang baik sehingga mudah luntur, sehingga jenis pewarna ini jarang digunakan.

      No.
      Jenis
      Keterangan
      1.
      Rapid jingga RH
      2.
      Rapid biru BN
      3.
      Rapid hitam G
      4.
      Rapid hijau N-16G
      5.
      Rapid kuning 6 CH

      TEKNIK BERKARYA 

      Teknik berkarya berdasarkan permukaan dilaksanakan setelah pembuatan kain, artinya mengubah atau menambah motif sehingga kain akan memiliki nilai tambah. Pada teknik berkarya kali ini, kalian berlatih menerapkan motif atau ragam hias pada media tekstil dengan cara menggambar. Sementara itu, media yang digunakan adalah kaos, cat tekstil, papan alas, dan kuas. Berikut adalah langkah-langkahnya: 

      1.siapkan kaos berwarna putih; 
      2.berilah alas permukaan kaos dengan menggunakan papan yang telah disediakan; 
      3.buatlah sketsa pada permukaan kaos, kemudian kuaskan cat berwarna gelap untuk mendapatkan outline gambar;
      4.warnailah dengan rapi.

       Donwload Artikel Pengertian Bahan Tekstil
      Readmore → Menerapkan Ragam Hias Pada Bahan Tekstil